Monday, 19 September 2011

Is Dawah to Muslims bidah? {Tablighi Jamaat}



God Almighty says in the Holy Quran: "By Time, Indeed, mankind is in loss, Except for those who have believed and done righteous deeds and advised each other to truth and advised each other to patience." (Demi Masa! Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar. (Surah Al-Asr verse 103)

This video aims to remove the misconception associated with Tablighi Jamaat, regarding the question “Why do you do dawah to Muslims and is it Bid’ah?”
The name “jamat-tabligh” is not the name of this work and it is wrong to assume that this is a separate sect in islam.
The reviver of Tabligh in this specific form Moulana Muhammad Ilyas (Ramatullahi Alayhi) [d.1944] is reported to have said; “If I had to give this work/movement a name I would have given it the name “The reviver of iman”.

This entry was posted in Ilmu & Zikir and tagged Is Dawah to Muslims bidah? {Tablighi Jamaat} to1WORLDCommunity by Da'iee illAllah




Manasye King, bani Israel, Hamden bolly WORD: 'Ingatlah apabila kalian dengar nama-nama para Sahabat hendaklah kalian sambut dengan penghormat dan penghargaannya dengan ucapan: Radhiyallahu Anhu dan bagi para Sahabiah: Radhiyallahu Anha. INGATLAH: Sesunguhnya para-para Sahabat telah mendapat RedhaAllah dipenjanjian Hudaibiyah'. Firman Allah Taala: . . . Radhiyallahu Anhu . . . (Allah redha akan mereka dan mereka pula redha akan Dia) (H.R. hadis panjang: Malaikat Jibril Alayhis Sallam dan seluroh makluk dilangit dan bumi mengutuk sesiapa yang mendengar nama Rasulullah dan para Sahabatnya tanpa menyambut dan memberi penghormatan pada mereka sebagai bakhil dan sombong dan Rasulullah Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam berkata: Ameen)..

Hendaknya orang-orang yang mendengar, menyambut dan menjawab namanya para `para Sahabat Rasulullah Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam dengan penhormatan: Radhiyallahu Anhu dan kepada para Sahabiah dengan penghormatan: Radhiyallahu Anha serta menyampaikan pula kepada orang lain mudah-mudah kita bersama dapat lindungan Rahmat Allah Taala, Ameen.

Di DUNIA LAGI: Mereka-Mereka Ini Yang Allah Taala Telah Janjikan Surga

Firman Allah Taala: Dan orang-orang yang terdahulu - yang mula-mula (berhijrah dan memberi bantuan) dari orang-orang "Muhajirin" dan "Ansar", dan orang-orang yang menurut (jejak langkah) mereka dengan kebaikan (iman dan taat), Allah redha akan mereka dan mereka pula redha akan Dia,serta Ia menyediakan untuk mereka Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; itulah kemenangan yang besar. (Surah Taubah ‘9: Ayat 100)
Didalam ayat-ayat Al`Quran yang dinyatakan diatas ini Allah telah memuji para`para Sahabat dan menyatakan tentang kesukaanNya terhadap mereka. Sebaya juga kitab`kitab dari hadis dipenuhi dengan kelebihan`kelabihan mereka misalnya:

(1) ‘Ikutilahlah Abu Bakar dan Umar dikala daku tidak bersama kalian lagi.’

(2) “Persamaan yang ada pada diri para Sahabat adalah seumpama persamaan bintang`bintang (sebagai panduan)”. Barangsiapa mengikut mereka akan dipimpin (di jalan yang lurus).

(3) “Persamaan yang ada pada para Sahabat (di kalangan manusia) adalah ibarat persamaan garam didalam makanan. Tiada ada kelazatan didalam makanan tanpa garam.”

(4) Berwaspadalah (dari mengerakkan lidahmu) dari memburukkan nama para Sahabatku. Janganlah menjadikan mereka sebagai sasaran dari fitnahmu. Sesiapa yang mencintai mereka kerana kasih`sayangnya untukku dan sesiapa yang beriri hati terhadap mereka, bermakna dengki kepadaku. Begitu juga sesiapa yang benci kepada mereka dengan tersendirinya mereka  benci akan ku dan sesiapa yang membenci akan daku bermakna dia membenci akan Allah. Dan Allah dengan secepat mungkin akan meragut nyawa orang yang membenciNya.”

(5) “Jangan sekali`kali mencaci para Sahabatku. Jika seseorang diantara kamu (orang`orang yang datang sesudah para Sahabat) telah membelanjakan emas (sebagai sedekah) adalah ganjarannya sama juga seperti beratnya ‘Gunung Uhud’ namun kalian tidak boleh mendapat ganjaran menyamai dengan apa yang telah diperolehi dari Sahabatku yang hanya membelanjakan 1 atau setengah ‘Mudd’ dari biji`bijian sahaja.” (1 ‘Mudd’ sama juga 1 ¾ paun).

(6) “Keatas seseorang yang  mencercai para Sahabatku, sesungguhnya ia akan mendapat kutukan dari Allah dan para Malaikat serta dari sekelian manusia yang ada di bumi ini. Semada Sembahyang fardu maupun Salat Nafilnya tidak akan diterima oleh Allah”

(7) Ingatlah: Selepas para`para Nabi, Allah telah mengutamakan para`para Sahabatku meliputi segala ciptaanNya. Sekali lagi ia melebihi kesemua dari para Sahabat yang lainnya. Mereka ialah Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali.”

(8) Wahai manusia! Daku merasai begitu gembira dengan Abu Bakar. Kalian sepatutnya menyedari kedudukannya itu. Daku juga merasai gembira terhadap Umar, Ali, Usman, Talhah, Zubair, Saad, Abdur Rahman bin Auf dan Abu Ubaidah. Kalian sepatutnya menyedari akan kedudukan mereka itu. Wahai manusia! Allah telah mengumumkan (pengisytiharan/declaration) keampunanNya bagi kesemua dari mereka yang menyertai peperangan Uhud dan yang Bait’at (bersumpah`setia) kepada ku di Hudaibiyah. Wahai manusia! Kalian patut mempunyai penghargaan untukku semasa berunding dengan para`para Sahabatku khasnya mereka`mereka yang mempunyai pertalian darah denganku. Awasilah dari melakukan sebarang kesilapan kepada mereka jika mereka mengadu mengenaimu pada Hari Penghisapan dimana dikau pasti tidak terampun.”

(9) Berikan penghargaan kepadaku ketika kamu berunding dengan para Sahabatku dan mereka `mereka yang mempunyai pertalian darah denganku melalui perkahwinan. Seseorang yang mempunyai penghargaan kepadaku akan berada di dalam perlindungan Allah pada Hari Hisab nanti. Allah bebas dari sebarang kewajipanNya kepada sesiapa yang tidak mempuyai penghargaan untukku. Ia boleh meragut nyawanya pada bila`bila masapun.”

(10) “Pada Hari Hisab nanti daku akan menjadi perlindung bagi mereka`mereka yang mempunyai penghargaan untukku ketika berunding dengan para Sahabatku.”

(11) “Seseorang yang mempunyai penghargaan untukku didalam rundingannya dengan para Sahabatku akan dapat menghampirku ketika daku berada di ‘Kauthar’ nanti manakala orang yang tidak mempunyai penghargaan untukku di dalam rundingan dengan mereka itu tidak akan dapat menghampiriku. Ia boleh memandang wajahku hanya dari satu jarak sahaja”

Where Does 3 Days, 40 Days, 4 Months Come From?


God Almighty says in the Holy Quran: "By Time, Indeed, mankind is in loss, Except for those who have believed and done righteous deeds and advised each other to truth and advised each other to patience." (Demi Masa! Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar. (Surah Al-Asr verse 103)

This is another accusation which is posed to brothers who do dawat & Tableegh. “Where does going for 3 days, 40 days, 4 months come from?”. Sheikh Mumtaz Ul Haq answers this well alhumdulilah.


The Prophet Sallallaahu`Alayhi-waa-Sallam (peace and blessings of God be on him) said “There is no intelligence like planning, no nobility like good character, and no piety like restraint” [Bayhaqi and Shu'ab al Imaan].
The Prophet Sallallaahu`Alayhi-waa-Sallam did dawah for 23 years, if we can do that, then its all well and good, but most of us cannot do so, so the least we can do is small amounts on a regular basis.

It is a desperate and illogical argument posed by some people because, imagine telling your boss you need time off, and he says “how long”, and you say “i cant tell you its bid’ah”, or you tell your wife “i am going”, she says “for how long so you can do the shopping”, you reply “i cant tell you because it is bid’ah”.


Manasye King, bani Israel, Hamden bolly WORD: 'Ingatlah apabila kalian dengar nama-nama para Sahabat hendaklah kalian sambut dengan penghormat dan penghargaannya dengan ucapan: Radhiyallahu Anhu dan bagi para Sahabiah: Radhiyallahu Anha. INGATLAH: Sesunguhnya para-para Sahabat telah mendapat RedhaAllah dipenjanjian Hudaibiyah'. Firman Allah Taala: . . . Radhiyallahu Anhu . . . (Allah redha akan mereka dan mereka pula redha akan Dia) (H.R. hadis panjang: Malaikat Jibril Alayhis Sallam dan seluroh makluk dilangit dan bumi mengutuk sesiapa yang mendengar nama Rasulullah dan para Sahabatnya tanpa menyambut dan memberi penghormatan pada mereka sebagai bakhil dan sombong dan Rasulullah Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam berkata: Ameen)..

Hendaknya orang-orang yang mendengar, menyambut dan menjawab namanya para `para Sahabat Rasulullah Sallallaahu `Alayhi `waa `Sallam dengan penhormatan: Radhiyallahu Anhu dan kepada para Sahabiah dengan penghormatan: Radhiyallahu Anha serta menyampaikan pula kepada orang lain mudah-mudah kita bersama dapat lindungan Rahmat Allah Taala, Ameen.

Di DUNIA LAGI: Mereka-Mereka Ini Yang Allah Taala Telah Janjikan Surga

Firman Allah Taala: Dan orang-orang yang terdahulu - yang mula-mula (berhijrah dan memberi bantuan) dari orang-orang "Muhajirin" dan "Ansar", dan orang-orang yang menurut (jejak langkah) mereka dengan kebaikan (iman dan taat), Allah redha akan mereka dan mereka pula redha akan Dia,serta Ia menyediakan untuk mereka Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; itulah kemenangan yang besar. (Surah Taubah ‘9: Ayat 100)
Didalam ayat-ayat Al`Quran yang dinyatakan diatas ini Allah telah memuji para`para Sahabat dan menyatakan tentang kesukaanNya terhadap mereka. Sebaya juga kitab`kitab dari hadis dipenuhi dengan kelebihan`kelabihan mereka misalnya:

(1) ‘Ikutilahlah Abu Bakar dan Umar dikala daku tidak bersama kalian lagi.’

(2) “Persamaan yang ada pada diri para Sahabat adalah seumpama persamaan bintang`bintang (sebagai panduan)”. Barangsiapa mengikut mereka akan dipimpin (di jalan yang lurus).

(3) “Persamaan yang ada pada para Sahabat (di kalangan manusia) adalah ibarat persamaan garam didalam makanan. Tiada ada kelazatan didalam makanan tanpa garam.”

(4) Berwaspadalah (dari mengerakkan lidahmu) dari memburukkan nama para Sahabatku. Janganlah menjadikan mereka sebagai sasaran dari fitnahmu. Sesiapa yang mencintai mereka kerana kasih`sayangnya untukku dan sesiapa yang beriri hati terhadap mereka, bermakna dengki kepadaku. Begitu juga sesiapa yang benci kepada mereka dengan tersendirinya mereka  benci akan ku dan sesiapa yang membenci akan daku bermakna dia membenci akan Allah. Dan Allah dengan secepat mungkin akan meragut nyawa orang yang membenciNya.”

(5) “Jangan sekali`kali mencaci para Sahabatku. Jika seseorang diantara kamu (orang`orang yang datang sesudah para Sahabat) telah membelanjakan emas (sebagai sedekah) adalah ganjarannya sama juga seperti beratnya ‘Gunung Uhud’ namun kalian tidak boleh mendapat ganjaran menyamai dengan apa yang telah diperolehi dari Sahabatku yang hanya membelanjakan 1 atau setengah ‘Mudd’ dari biji`bijian sahaja.” (1 ‘Mudd’ sama juga 1 ¾ paun).

(6) “Keatas seseorang yang  mencercai para Sahabatku, sesungguhnya ia akan mendapat kutukan dari Allah dan para Malaikat serta dari sekelian manusia yang ada di bumi ini. Semada Sembahyang fardu maupun Salat Nafilnya tidak akan diterima oleh Allah”

(7) Ingatlah: Selepas para`para Nabi, Allah telah mengutamakan para`para Sahabatku meliputi segala ciptaanNya. Sekali lagi ia melebihi kesemua dari para Sahabat yang lainnya. Mereka ialah Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali.”

(8) Wahai manusia! Daku merasai begitu gembira dengan Abu Bakar. Kalian sepatutnya menyedari kedudukannya itu. Daku juga merasai gembira terhadap Umar, Ali, Usman, Talhah, Zubair, Saad, Abdur Rahman bin Auf dan Abu Ubaidah. Kalian sepatutnya menyedari akan kedudukan mereka itu. Wahai manusia! Allah telah mengumumkan (pengisytiharan/declaration) keampunanNya bagi kesemua dari mereka yang menyertai peperangan Uhud dan yang Bait’at (bersumpah`setia) kepada ku di Hudaibiyah. Wahai manusia! Kalian patut mempunyai penghargaan untukku semasa berunding dengan para`para Sahabatku khasnya mereka`mereka yang mempunyai pertalian darah denganku. Awasilah dari melakukan sebarang kesilapan kepada mereka jika mereka mengadu mengenaimu pada Hari Penghisapan dimana dikau pasti tidak terampun.”

(9) Berikan penghargaan kepadaku ketika kamu berunding dengan para Sahabatku dan mereka `mereka yang mempunyai pertalian darah denganku melalui perkahwinan. Seseorang yang mempunyai penghargaan kepadaku akan berada di dalam perlindungan Allah pada Hari Hisab nanti. Allah bebas dari sebarang kewajipanNya kepada sesiapa yang tidak mempuyai penghargaan untukku. Ia boleh meragut nyawanya pada bila`bila masapun.”

(10) “Pada Hari Hisab nanti daku akan menjadi perlindung bagi mereka`mereka yang mempunyai penghargaan untukku ketika berunding dengan para Sahabatku.”

(11) “Seseorang yang mempunyai penghargaan untukku didalam rundingannya dengan para Sahabatku akan dapat menghampirku ketika daku berada di ‘Kauthar’ nanti manakala orang yang tidak mempunyai penghargaan untukku di dalam rundingan dengan mereka itu tidak akan dapat menghampiriku. Ia boleh memandang wajahku hanya dari satu jarak sahaja”

Do Tablighi Jamaat Narrate Weak hadith? [Fazail e Amaal]

This is a weak critism presented against Dawat & Tableegh.
Some of our ignorant brothers say because Faza’il Amaal has weak hadith we should “burn it!”. Astaghfirullah.
**Whenever the author of fazail e amal intended to write this book, he would perform 2 rakaats nafl namaz before starting, no wonder everyday whenever i read this kitaab in my taleem time at home along with my kids,u just cant help it but to cry cox u feel the stories of nabi Sallallaahu`Alayhi-waa-Sallam and sahabahs Radhiyallahu Anhu are taking place in frnt of u..so much of sakinah!
**The fazaail a’mal is an accepted book, after the qur’an its the most read book in the WORLD

This entry was posted in Ilmu & Zikir and tagged Fazail e Amaal, narrate weak hadith to1WORLDCommunity by Da'iee illAllah

2 THOUGHTS ON “DO TABLIGHI JAMAAT NARRATE WEAK HADITH? [FAZAIL E AMAAL]

  1. truthwillprevail on  said:
    REGARDING DOING TABLIGH OR DAWAH , SO IT IS COMPULSORY FOR ALL MUSLIM TO DO DAWAH. BUT REGARDING TABLIGH JAMAAT,GOING WITH THEM (TABLIGH JAMAAT) IS WRONG. WHAT TABLIG JAMAAT DOES IS NOT DONE BY OUR BELOVED PROPHET Sallallaahu`Alayhi-waa-Sallam (peace and blessings of God be on him) AND HIS COMPANIONS(RA).TABLIGH JAMAAT IS BASED ON THE PRINCIPLES OF SUFISM AND DEOBANDIS , WHICH PREACH SHIRK.
    TABLIGH JAMAAT TELLS EVERY ONE TO FOLLOW FAZAELE AMAAL(BOOK WIRTTEN BY ZAKRIYA). THIS BOOK CONTAINS PREACHING OF SHIRK.
    FOR EXMAPLE:
    See Fazail Hajj (Urdu page 141)
    “When you visit anyone’s grave, you should proceed from the direction of the feet because if Allah has given the dead the power of Kashf then it is easy for him to see you because when the dead turns to his right in his grave then his sight falls towards your feet. And when anyone approaches the grave from the head side of the dead then the dead has trouble and difficulty in seeing you.
    See Fazail Hajj (Urdu page 164)
    “One person asked Khidr that, “Have you ever seen any wali who is better than you?” Khidr replied, “Yes, I have. I once visited the masjid of the prophet. I saw Imaam Abdur Razzaq Muhaddith and he was teaching Ahadith. The crowd and I listened to the Ahaadeeth from him. In one corner of the masjid there was a youngster sitting who had kept his head between his knees away from the crowd. I said, Do you not see that ahaadeeth of the prophet are being taught? Why don’t you also attend the circle? He neither lifted his head nor did he look at me and said,
    “In that place are those who listen to ahaadeeth from the slave of Razzaq. But I’m the one who listen to Ahaadeeth from the Razzaq, not from the slave of Razzaq.”
    Hadhrath Khidr said that, “If you are indeed speaking the truth then tell who am I? He raised his head and said that, “If I am not mistaken, then you are Khidr,” Hadhrat Khidr then said, “From this I came to know that there are such wali of Allah whom even I cannot recognize
    See Fadha’il ‘A’maal, Fadha’il Namaaz (Urdu page 13/14)
    “It has been reported from a number of companions and from amongst them Hadhrat Uthman, Hadhrat Abo Hurairah, Hadhrat Anas, etc. In different wordings that there are some people who posses the ability of KASHF. They can feel the sins being committed by people. Therefore the story of the Imam of the world Hadhrat Abu Haneefa is famous that he used to see the sins of the people fall out as they performed wudu.”
    The following is to be found in the Faza’il-e-A’maal [Virtues of Salaat - Part III (b) - Stories of the Pious (Story # XIII pages - 84-5), it reads;
    Imaam Abu Hanifa (Rahmatullah alaih) is famous for his vigil, it is said that for 30, 40 or 50 years (according to the information of different narrators) he offered his Fajr prayer with the Wudhu for Isha. He would go to sleep only for a few minutes in the afternoon saying, "It is 'Sunnat' to sleep in the afternoon."
    It is said about Said bin Almusayyab (Rahmatullah alaih) that for 50 years he offered his Fajr prayer with the 'Wudhu' performed at Isha.
    Imaam Ghazzali (Rahmatullah alaih) on the authority of Abu Talib Makki reported the same practice by no less than forty 'Tabais', some of whom had been doing it for forty years continuously.
    Abu Atab Salimi (Rahmatullah alaih) is reported to have been fasting during the day and weeping during the night for full forty years.
    It is said about a Sayyed that continuously for 12 days he has been offering his Salaat with the same 'Wudhu'. For 15 years, his back had not touched the bed. He would also go without food for days together.
    The last paragraph reads as follows;
    Besides the above, there are numerous records of the pious pursuits of the Heroes of Islamic History. It is difficult to cover all of them in this book. All that has been said here is sufficient to serve as examples. May Allah, through his grace, grant me and the readers of this book the strength to follow in the footsteps of these blessed people! 'Ameen'!
    The Islaamic Position on the above:
    The Prophet (sallAllaahu alayhi wa sallam) said; "Whoever does an action that we have not commanded, it is to be rejected" [Saheeh Muslim]
    Ayeshah (RadhiAllaahu Anha) reported that the Prophet (SallAllaahu Alayhi wa Sallam) “Never stayed up a whole night in worship” [Saheeh Muslim]
    The following appears In the Saheeh of Imaam Bukhaaree in the Book of Fasting, under the chapter: The Right of the body in Fasting (56) Hadeeth # 196, pages 110-1, Vol-3;.
    Narrated Abdullah bin Amr bin al ‘Aas: Allaah’s Apostle (sallallaahu alaihi wa sallam) said to me; “O Abdullaah! Have I not been informed that you fast daily during the day and offer prayers every night during all the nights.” Abdullah replied, “Yes, O Allaah’s Apostle! The Prophet (SallAllaahu Alayhi wa Sallam) said: “Don’t do that; fast for few days and then give it up for few days, offer prayers and also sleep at night, as your body has a right on you, and your wife has a right on you, and your guest has a right on you…”
    The following appears In the Saheeh of Imaam Bukhaaree in the Book of Fasting, under the chapter: The Fasting of David (60) Hadeeth # 200, pages 113-4, Vol-3;
    Narrated Abdullaah bin Amr bin al-Aas, The Prophet (SallAllaahu Alayhi wa Sallam) said to me, “You fast daily all the year and pray every night all the night?” I replied in the affirmative. The Prophet (SallAllaahu Alayhi wa Sallam) said, “If you keep on doing this, your eyes will become weak and your body will become tired, he who fasts all the year is as he who did not fast at all. [Saheeh Bukhaaree]
    It is reported in the Saheeh of Imaam Muslim (Rahimahullaah) from Anas (RadhiAllaahu Anhu) that a group of the Companions of the Prophet (SallAllaahu ‘Alayhi wa Sallam) asked the wives of the Prophet (SallAllaahu ‘Alayhi wa Sallam) about (his worship) what he did in secret. Having been informed of his (SallAllaahu ‘Alayhi wa Sallam) worship, One of them (those Sahabah) said: I will fast and never eat. Another said: I will pray and never sleep. and the other said: I will never marry women.�
    The Prophet (sallAllaahu ‘alayhi wa sallam) praised and thanked Allaah, then he said, :What is the matter with some people who say such-and- such? But as for me, I pray and I sleep, I fast and I break my fast, and I marry women. Whoever turns away from my Sunnah has nothing to do with me. [Saheeh Muslim]
    Allaah said; “Thus have We made of you a nation justly balanced, that you may be witnesses over the people and the Messenger a witness over yourselves.” [Al-Baqarah 143]
    Therefore, we find that Islam presents the moderate way in every aspect of life. Not only that, it also warns against heading towards either extreme: the extreme of too much zealousness and the extreme of too much nonchalance
    “Guide us to the straight way, the way of those upon whom You have bestowed Your grace, not those whose (portion) is wrath nor those who have gone astray.” [Al-Faatihah 6-7]
    The Prophet (SallAllaahu ‘Alayhi wa Sallam) said “Beware of Ghuloo (exaggeration) in the religion, those who exaggerated perished” [Sunan Abu Dawud]
    This balanced approach that distinguishes Islam from the other religions is the true justice and excellence.
    Umar ibn Abdul-Aziz wrote to one of his workers, saying, after advising him to follow the path of the early predecessors, “There is no room to fall short of them and there is no room to go beyond them. Some people shortened the matter and fell short. Some people went above them and therefore went to extremes. They (the pious predecessors – Salaf) were between that (those two extremes) upon a straight guidance.” [Recorded by Abu Dawud] It is a lengthy quote but only the relevant portion was quoted here.
    FOR MORE DETAIL ABOUT WHY TABLIGH JAMAAT IS NO GOOD PLEASE SEE THE WEBSITE
    ASSALAAMALAIKUM
  2. how is it the most read book in the world? from where are you getting your numbers from that you can make such an unequivocal statement?